Dituding Langgar Batas Perairan, 7 WNI Ditangkap Polis Marin Malaysia

Suratkabarindo – Polisi Laut Malaysia menangkap tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Mereka dituduh masuk secara ilegal ke perairan Malaysia dengan speedboat saat menempuh jalur Nunukan-Sei Ular pada Rabu (10/2/2021) sekitar pukul 21.00 WITA.

Pejabat Fungsi Informasi Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI Tawau Malaysia, Emir Faisal mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkomunikasi dengan pihak berwenang di Malaysia untuk membebaskan ketujuh WNI tersebut.

“Kami sedang mengerjakan kasus ini, kami akan melakukan yang terbaik,” kata Emir saat dikonfirmasi, Kamis (11/2/2021).

Saat ini, ketujuh WNI tersebut telah dibawa ke Tawau, Sabah, Malaysia untuk menjalani serangkaian pemeriksaan. “Sudah diserahkan ke Polda Tawau untuk informasi, dan masih menunggu hasil swab test,” ujar Liaison Officer Polri di Tawau AKBP Ahmad Fadilan.

Kasus seperti ini, bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada 4 Februari 2021, lima WNI ditangkap oleh Polisi Laut Malaysia atas tuduhan yang sama.

Mereka kemudian dibawa ke Pos Polisi Marin untuk mendapatkan dokumen sipil dan pemeriksaan identitas, sebelum akhirnya dibebaskan karena dokumen mereka lengkap. Warga yang menempuh perjalanan dari Nunukan ke Sei Ular atau sebaliknya, memang beberapa kali tidak sengaja memasuki perairan Malaysia. togel online

Ini karena perahu atau speedboat menghindari jalur yang dipenuhi rumput laut. Untuk mencegah kapal dari Indonesia memasuki perairan Malaysia, telah dipasang bendera di pohon bakau sebagai penanda perbatasan. Namun penanda tersebut tidak terlihat jelas oleh warga yang melintas.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *