Di Korea Utara, Menonton Drakor Bisa Dipenjara 15 Tahun

Suratkabarindo – Korea Utara akan menghukum rakyatnya yang kedapatan menonton program hiburan dari Korea Selatan seperti serial drama Korea (drakor).

Larangan tersebut juga termasuk meniru cara bicara warga Korea Selatan seperti dilansir Reuters, Rabu (20/1/2021).

Aturan diumumkan setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerukan perang terhadap pengaruh luar dan menyerukan hiburan lokal yang lebih baik.

Peraturan tersebut diabadikan dalam undang-undang “pemikiran anti-reaksioner” dan akan mulai berlaku pada akhir 2020.

Rincian terbaru dari aturan tersebut hanya dilaporkan oleh Daily NK, situs web yang berbasis di Seoul, Korea Selatan, yang melaporkan dari sumber di Korea Utara.

Jika rakyat Korea Utara melanggar aturan ini, hukuman maksimal yang menunggu para pelanggar adalah 15 tahun penjara.

Pelanggar tidak hanya dihukum, orang tua juga bisa dihukum jika anak-anak mereka melanggar aturan ini.

Daily NK merinci bahwa warga Korea Utara dilarang membaca media dari Korea Selatan, memproduksi atau mendistribusikan konten pornografi, menggunakan televisi, radio, komputer, ponsel asing, dan perangkat elektronik lainnya yang tidak terdaftar.

Majalah Rimjin-gang yang berbasis di Jepang juga mengumpulkan sumber-sumber Korea Utara tentang aturan tersebut. Bulan ini, Rimjin-gang melaporkan bahwa undang-undang baru melarang orang Korea Utara berbicara atau menulis dengan gaya Korea Selatan.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kim Jong Un mengkritik praktik umum di Korea Selatan yang menggunakan istilah seperti oppa (kakak laki-laki) dan dong-saeng (adik perempuan dan adik laki-laki) untuk merujuk pada non-kerabat. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Daily NK melaporkan bahwa importir telah menerima sanksi yang lebih keras. Siapapun yang ketahuan mengimpor “bahan terlarang” dari Korea Selatan akan menghadapi hukuman seumur hidup. Sementara itu, mereka yang kedapatan mengimpor konten dalam jumlah besar dari Amerika Serikat (AS) atau Jepang bisa terancam hukuman mati.

Sokeel Park of Liberty di Korea Utara, sebuah LSM yang mendukung pembelot, mengatakan undang-undang tersebut tampaknya meningkatkan beberapa hukuman sambil memperketat pembatasan dalam perang jangka panjang pemerintah terhadap informasi luar.

Dia menambahkan bahwa penekanan pada materi Korea Selatan dan elemen tak berwujud seperti aksen menyoroti seberapa peduli pemerintah Korea Utara tentang pengaruh dari Korea Selatan. togel online

“Itu semua memainkan peran dalam kepekaan yang sangat tua bagi kaum muda terutama mereka yang disesatkan dan melepaskan diri dari revolusi sosialis yang gemilang yang diganggu oleh pengaruh yang sangat mewah namun korup ini,” kata Park.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *