Demokrat Memberhentikan Marzuki Alie hingga Jhoni Allen Secara Tidak Hormat

Suratkabarindo – Partai Demokrat memiliki sejumlah kader yang terlibat dan mendukung gerakan untuk mengambil alih kepemimpinan partai atau kudeta.

Enam kader yang diberhentikan secara tidak hormat adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya.

“Dewan Kehormatan Partai Demokrat sudah beberapa kali melakukan rapat dan dengar pendapat dalam sebulan terakhir,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan tertulis, Jumat (26/2/2021).

Menurut Herzaky, Dewan Kehormatan telah menunjuk enam kader yang terbukti melakukan perilaku buruk yang merugikan partai.

Dewan Kehormatan menyatakan bahwa mereka terbukti mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, dirayu dengan ketidakseimbangan uang dan jabatan kader dan pengurus partai.

Kemudian menyebarkan berita palsu dan fitnah dengan menyampaikannya kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat dan daerah.

Bahwa Partai Demokrat menghentikan dan menghentikan kepengurusan Partai Demokrat akibat Kongres V 2020 harus melalui Kongres Luar Biasa secara ilegal, jelasnya.

Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) juga menjatuhkan sanksi kepada Marzuki Alie dengan pemberhentian tidak hormat sebagai anggota partai. Mantan Ketua DPR itu terbukti beretika.

Rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat. Marzuki Alie terbukti berperilaku tidak baik dengan perbuatan dan ucapannya, kata Herzaky.

Marzuki dikabarkan terbuka tentang kebencian dan permusuhan terhadap Partai Demokrat di media massa agar dikenal luas oleh publik. Herzaky mengatakan, tindakan Marzuki telah menghormati integritas dan martabat Partai Demokrat.

Dengan keputusan ini, maka hak dan kewajiban sebagai anggota Partai Demokrat tidak ada lagi. Termasuk larangan menggunakan seragam, atribut, lambang, simbol, dan identitas Partai Demokrat, kata Herzaky.

Upaya kudeta ini pertama kali diungkapkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam press ordernya, Senin (1/2/2021).

Saat itu, AHY menyebut ada gerakan yang ingin merebut kepemimpinannya di Partai Demokrat dengan menggelar kongres luar biasa. Kemudian jadikan Demokrat sebagai kendaraan politik pada Pemilu 2024.

Demokrat menyebut gerakan itu melibatkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko serta sejumlah kader dan mantan kader. Nama-nama yang menonjol adalah Marzuki Alie, Muhammad Nazaruddin, dan anggota aktif Demokrat Jhoni Alen Marbun.

Kemudian Moeldoko membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku tidak berhak mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat karena bukan bagian dari internal partai.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *