Demokrat: Ini bukan AHY vs Jokowi dan bukan Partai Biru melawan Partai Merah

Suratkabarindo – Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. Partai Demokrat tidak pernah mengaitkan perebutan kepemimpinan partai dengan Istana, apalagi Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, melalui Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sejak awal menyatakan ada gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan secara paksa.

Menurut keterangan dan keterangan banyak pihak yang kami dukung, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintah yang berada di lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Jokowi, kata Herzaky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/2/2021).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, gerakan ini mendapat dukungan dari pejabat dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Jokowi. Namun, kata Herzaky, pihak Demokrat tidak serta-merta mempercayainya dan tetap mengedepankan “praduga tidak berpengalaman” (prumption of innocence) dalam hal ini.

Oleh karena itu, Ketum kita pada Senin pagi tanggal 1 Februari 2021 secara resmi telah mengirimkan surat kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapat konfirmasi dan klarifikasi darinya mengenai kebenaran berita yang kita terima tersebut, ”jelasnya.

Ia menambahkan, proses pengiriman surat AHY kepada Presiden Jokowi merupakan buah dari komitmen dan kesepakatan kedua pihak untuk menjaga hubungan baik dan kelancaran komunikasi.

Komitmen ini, kata Herzaky, juga dilakukan untuk melaksanakan aksi-aksi masyarakat yang gemar memproklamasikan dan mengatasnamakan Presiden, serta mengatasnamakan AHY dengan tujuan untuk saling mempermainkan.

Karena itu, Herzaky menyatakan bahwa masalah ini bukan AHY versus Presiden Jokowi, begitu juga dengan Partai Biru versus Partai Merah. “Ini perjuangan melawan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat Presiden yang mengancam dan merusak demokrasi kita,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, AHY tak lagi membawa Presiden Joko Widodo ke dalam konflik internal partai. Melalui keterangan tertulisnya, AHY membenarkan bahwa Presiden Jokowi tidak mengetahui adanya upaya untuk mengeluarkan sekelompok orang yang ingin mencopotnya dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat.

“Saya mendapat sinyal bahwa Presiden tidak tahu menahu soal keterlibatan salah satu bawahannya. Ini hanya tipuan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti kader,” kata AHY, Rabu (17/2/2021). . Hal ini memunculkan dugaan di masyarakat tentang sikap AHY yang dinilai telah mengubah pandangan atau arahnya. Sikap AHY kini dinilai sudah berubah 180 derajat. togel online

Sebelumnya AHY dan Demokrat sebenarnya mencurigai keterlibatan Jokowi dalam upayanya mencopot dari kursi ketua. Hal itu, menurut Demokrat, ditandai dengan dugaan keterlibatan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang berdiskusi dengan sejumlah anggota Partai Demokrat dan membahas pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) menggantikan AHY dari Partai Demokrat.

kemudi. AHY mengirimkan surat kepada Jokowi untuk mengklarifikasi keterlibatan salah satu pejabatnya, Moeldoko, dalam konflik internal Demokrat. AHY ingin memastikan apakah Presiden Jokowi akan menyetujui tindakan Moeldoko yang disebut-sebut berusaha menggulingkannya untuk kepentingan Pilpres 2024.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *