Bos Mafia Terkenal Yang Menjalankan Kerajaan Kriminalnya dari Penjara Ditemukan Mati di Selnya

Suratkabarindo – Seorang bos mafia Italia yang terkenal kejam, yang menjalankan kerajaan kriminalnya dari penjara, ditemukan tewas di dalam sel. Raffaele Cutolo yang namanya dikenal memimpin klan Camorra dikabarkan menghabiskan sebagian besar hidupnya di hotel prodeo.

Cutolo ditemukan tewas pada Rabu (17/2/2021) akibat menderita pneumonia di Lapas Rutan. Dia meninggal pada usia 79 tahun.

Dikenal sebagai “Profesor”, Cutolo pertama kali dipenjara karena membunuh pria yang merayu adik perempuannya. Raffaele Cutolo dijatuhi hukuman 24 tahun di Penjara Poggioreale, Napoli, atas pembunuhan yang dilakukan pada tahun 1963.

Selama di penjara, ia dihormati oleh sesama narapidana. Puncaknya, ia menantang Antonio Spavone, bos Camorra, berduel. Setelah Spavone tidak langsung menunjukkan hidungnya, salah satu teman Cutolo meledakkan wajah bos mafia tersebut menggunakan shotgun.

Setelah memantapkan sosoknya di dunia hitam, Cutolo mendirikan More Regulated Camorra (NCO), berisi tahanan yang dipercayainya. Dilansir Daily Star Kamis (18/2/2021), begitu bebas dari jeruji besi, mereka langsung menjalankan perintah Profesor.

Isaia Sales, profesor sejarah mafia di Suor Orsola Benincasa University of Naples mengatakan Cutolo mengubah Camorra menjadi sebuah organisasi massa.

“Dia merekrut anak muda untuk melakukan kekerasan,” kata Sales kepada The Guardian. Ia pun menyebut sosok Cutolo berbeda dengan yang lain. Sales menjelaskan, kebanyakan bos mafia biasanya sudah memiliki posisi di klan saat mereka mengelola kerajaan kriminal dari penjara.

Namun, Cutolo masuk sebagai tahanan biasa, dan membentuk salah satu organisasi kejahatan paling ditakuti di dunia. Kelompoknya terdiri dari 10.000 anggota, dengan konflik melawan Camorra asli yang telah menelan ratusan kematian.

Pada 2007, Cutolo, yang diberi empat hukuman seumur hidup tambahan karena pembunuhan, memperoleh hak menjadi ayah melalui inseminasi buatan. Kepada surat kabar Italia La Repubblica setahun sebelumnya, ini adalah permintaan terakhirnya untuk mendapatkan keturunan.

“Saya akan segera mati di penjara. Jadi, saya ingin memberikan anak kepada istri saya sebagai hal terakhir,” kata Raffaele Cutolo. Cutolo dilaporkan menikahi istrinya, yang dikenal sebagai Immacolata, pada tahun 1983 di penjara.

Namun, keduanya tidak pernah mengalami kehidupan pernikahan. Akhirnya, Immacolata melahirkan seorang putri yang diberi nama Denise.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *