Asosiasi Korban UU ITE Meminta Pemerintah Melarang Akun Anonim di Media Sosial

Suratkabarindo – Paguyuban Korban Hukum ITE (Paku ITE) mengimbau pemerintah mengundang sejumlah penyedia layanan media sosial untuk membatasi pembuatan akun media sosial di kalangan publik.

Koordinator PAKU ITE Muhammad Arsyad meminta pemerintah membuat kebijakan satu orang pada satu akun media sosial untuk mengurangi ujaran kebencian di dunia maya. Arsyad menilai ujaran kebencian di media sosial membuat banyak heboh dan bisa memicu orang untuk saling melapor menggunakan UU ITE.

“Setiap orang hanya boleh memiliki satu akun media sosial dan tidak boleh memiliki akun anonim-anonim. Karena orang yang memiliki akun anomim ini banyak bicara kebencian,” jelas Arsyad dalam diskusi online yang digelar Peta ITE dan Safenet, Jumat (19/2/2021). ).

Makanya, Arsyad meminta pemerintah memberikan kebijakan tegas kepada penyedia layanan media sosial agar bisa membatasi akun media sosial. Arsyad menilai jika ujaran kebencian dilontarkan di media sosial, penyedia layanan juga kena sanksi.

“Yang harus dihukum dan diberi aturan ketat adalah penyedia layanan media sosial ini. Kalau Facebook dan Twitter tidak bisa mengidentifikasi, satu orang harus satu akun media sosial,” ujarnya. togel online

Untuk informasi terkait wacana revisi UU ITE yang digaungkan oleh Presiden Joko Wisodo, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate pun menanggapi. Johnny menjelaskan, pemerintah tidak hanya berencana menyusun pedoman tafsir resmi, tetapi juga mengkaji kemungkinan revisi undang-undang ini.

“Pemerintah mengkaji keduanya, pedoman tafsir menjadi acuan aparat penegak hukum agar tidak multitafsir, sekaligus melakukan kajian untuk merevisi UU ITE,” kata Johnny saat dihubungi Kompas.com. . Johhnny mengatakan, pemerintah akan membentuk dua tim resmi, yakni tim peninjau penyusunan pedoman penafsiran resmi UU ITE, dan tim peninjau reformasi UU ITE. Selain Kominfo, pedoman ini akan disiapkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Kepolisian, Kejaksaan, dan Mahkamah Agung.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *