AS Resmi Gabung Perjanjian Iklim Paris Lagi, Ini Langkah Selanjutnya...

Suratkabarindo – Amerika Serikat (AS) pada Jumat (19/2/2021) secara resmi kembali ke kesepakatan iklim Paris, sesuai janji Presiden Joe Biden untuk menangani lingkungan sebagai prioritas utama.

Bergabungnya kembali AS membuat anggota perjanjian Paris lengkap lagi, setelah Donald Trump mundur dari “Negeri Paman Sam”. “Perubahan iklim dan diplomasi sains tidak akan menjadi ‘tambahan’ dalam pembahasan kebijakan luar negeri kita,” kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

“Mengatasi ancaman nyata perubahan iklim dan mendengarkan para ilmuwan kami adalah inti dari prioritas kebijakan dalam dan luar negeri kami,” lanjutnya. Saat mantan presiden Barack Obama merundingkan kesepakatan Paris, Blinken mengatakan bahwa diplomasi iklim di masa depan akan sangat penting.

Biden berencana menggelar KTT iklim pada 22 April bertepatan dengan Hari Bumi. John Kerry, mantan Menteri Luar Negeri AS yang kini menjadi delegasi urusan iklim, telah meminta dunia meningkatkan ambisi pada pembicaraan iklim di Glasgow pada November.

Biden membuat sektor tenaga listrik AS bebas dari polusi pada tahun 2035, dan menuju ekonomi nol emisi pada tahun 2050. Trump, yang mendukung industri bahan bakar fosil, berpendapat bahwa perjanjian iklim Paris tidak adil bagi AS. togel online

Padahal, menyasar kesepakatan sebenarnya tidak mengikat, karena masing-masing negara bisa menyiapkan rencananya sendiri. Itulah salah satu poin yang ditulis Obama dan Kerry. Perjanjian iklim Paris bertujuan untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 2 derajat Celcius.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa 480.000 orang telah tewas dalam bencana alam akibat cuaca ekstrem sepanjang abad ini.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *