AS meminta Arab Saudi memperbaiki catatan hak asasi manusia dan pembebasan aktivis

Suratkabarindo – Amerika Serikat (AS) berharap Arab Saudi memperbaiki catatan hak asasi manusia (HAM). Selain itu, Washington juga mendesak Riyadh untuk membebaskan aktivis hak-hak perempuan dan tahanan politik lainnya.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Jumat (5/2/2021) seperti dikutip dari Reuters. Pernyataan itu menggarisbawahi niat Presiden AS Joe Biden untuk menjadikan hak asasi manusia sebagai masalah utama dalam hubungan antara AS dan Arab Saudi.

Pada Kamis (3/2/2021), Biden mengumumkan bahwa AS mengakhiri dukungannya terhadap Arab Saudi dalam memerangi Houthi di Yaman. Keputusan tersebut dipandang sebagai langkah tegas Biden dalam mengambil sikap tegas terhadap Arab Saudi.

“Kami, tentu saja, mengharapkan Arab Saudi memperbaiki catatannya tentang hak asasi manusia,” lanjut Psaki. “Itu termasuk membebaskan tahanan politik seperti pendukung hak-hak perempuan yang dipenjara di Arab Saudi,” tambah Psaki.

Salah satu aktivis terkemuka yang ditahan Kerajaan Arab Saudi adalah Loujain al-Hathloul (31). Dia adalah seorang aktivis yang memimpin kampanye agar kerajaan mengizinkan wanita Saudi mengemudi. Hathloul ditangkap pada 2018.

Riyadh menuai kritik internasional pada Desember 2020 ketika Hathloul dijatuhi hukuman hampir enam tahun penjara oleh pengadilan. Psaki juga menyoroti penahanan seorang ahli epidemiologi dan jurnalis bernama Bader al-Ibrahim dan komentator media, Salah al-Haidar. togel online

Selain itu, Psaki juga menyinggung tentang pembunuhan jurnalis dan kolumnis The Washington Post, Jamal Khashoggi. Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2018. Psaki menyebut kematian Khashoggi sebagai kejahatan yang mengerikan.

Dia menegaskan kembali niat AS untuk mendeklasifikasi laporan intelijen AS tentang pembunuhan tersebut. Menurut CIA, pembunuhan itu telah disetujui, dan mungkin diperintahkan, oleh penguasa de facto Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). MBS membantah memerintahkan pembunuhan itu.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *