Anggota FPI Disebut Tersangka Teroris, Ini Tanggapan Pengacara FPI

Suratkabarindo – Pengacara Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar mengaku bingung dengan klaim polisi bahwa anggota FPI adalah terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia menilai polisi seharusnya tidak lagi mengaitkan terduga teroris dengan FPI karena ormas FPI sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Ia juga terkejut dengan berlanjutnya pergaulan nama FPI dengan berbagai hal karena Ormas-nya dinyatakan tidak ada karena dibubarkan oleh pemerintah.

“Saya tidak tahu (ya, tanggapan seperti apa). Karena FPI sudah tidak ada lagi. Jadi kita bingung. Sudah dibubarkan dan masih ribet dan ribet,” kata Aziz seperti dikutip Suratkabarindo.com, Kamis (16/10). 2/4/2021).

Ia lantas mempertanyakan sikap pemerintah yang terus menekan FPI namun permisif terhadap organisasi yang banyak koruptornya.

“Organisasi-organisasi yang masih eksis dan banyak koruptor yang dihasilkan itu sampai-sampai terkait bantuan kemanusiaan (bansos) juga diganggu, tapi aman untuk diamankan, tidak dibubarkan, tidak terhalang oleh lingkungan dan diteror. Aman sih, “kata Aziz.

“Padahal, korupsi ini nyata dan dampak yang ditimbulkannya nyata. Kerusakan semua lini kerusakan dan kerusakan akut. Ini harus menjadi fokus,” lanjutnya.

Sebelumnya, Karo Penmas, Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, menyebut 19 tersangka teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar adalah anggota FPI.

Para tersangka teroris telah ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus 88 Polri di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/2/2021) siang tadi.

Semua terlibat atau menjadi anggota FPI di Makassar. Mereka sangat aktif dalam kegiatan FPI di Makassar, kata Rusdi dalam jumpa pers di Bandara Soetta, Tangerang, Banten. togel online

Menurutnya, kelompok teroris asal Makassar ini memiliki berbagai rencana yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan serta ketertiban masyarakat. Kelompok ini biasanya melakukan aksi bom bunuh diri.

Rusdi mengatakan salah satu dari 19 tersangka teroris dari kelompok Makassar adalah putra pasangan suami istri Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani.

Mereka adalah pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan. “Kelompok ini memiliki sikap mental untuk melakukan kegiatan bom bunuh diri,” kata Rusdi.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *