Ada lebih banyak bukti air di bulan, NASA bisa membangun pangkalan bulan

Suratkabarindo – Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali membuktikan keberadaan air di satelit alami Bumi, Bulan. Deteksi molekul air meningkatkan harapan NASA untuk membangun pangkalan di Bulan untuk misi eksplorasi ruang angkasa di masa depan.

Dikutip dari BBC, Rabu (28/10/2020), tujuan penjelajahan adalah untuk memastikan keberlanjutan pangkalan antariksa ini dengan memanfaatkan sumber daya alam di Bulan. Sebelumnya, tanda-tanda air di Bulan telah dilaporkan oleh NASA, di kawah bulan.

Namun, dengan penemuan baru ini, para ilmuwan melaporkan telah mendeteksi molekul air di permukaan Bulan yang terpapar sinar matahari. Kedua laporan tentang keberadaan air ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy.

Casey Honniball, yang juga mahasiswa pascadoktoral di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Maryland, mengatakan dalam telekonferensi virtual, “Jumlah air kira-kira setara dengan sebotol air 12 ons dalam satu meter kubik tanah bulan,” .

Namun, Jacob Bleacher, dari direktorat eksplorasi manusia NASA, mengatakan para peneliti masih harus memahami sifat dari endapan air ini. Penemuan air di Bulan akan membantu mereka menentukan seberapa mudah materi tersebut dapat diakses dan digunakan dalam eksplorasi bulan di masa mendatang.

Selain itu, penemuan baru ini juga menunjukkan bahwa jumlah air di Bulan yang ada di permukaan ternyata lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

“Ini memberi kami lebih banyak pilihan untuk sumber air potensial di Bulan. Lokasi pangkalan Bulan sebagian besar terfokus pada di mana air berada,” kata Hannah Sargeant, seorang ilmuwan planetologi dari Universitas Terbuka di Milton Keynes, kepada BBC News.

Teleskop inframerah untuk mendeteksi keberadaan air

Misi NASA ke Bulan untuk mengirim astronot wanita pertama dan pria berikutnya direncanakan pada tahun 2024. Sementara itu, misi eksplorasi manusia di Mars akan dilakukan pada awal tahun 2030.

Dr Sargeant menjelaskan bahwa ini berarti mengembangkan cara-cara yang lebih berkelanjutan dalam melakukan eksplorasi luar angkasa, sebagian menggunakan sumber daya lokal di bulan. Jadi, bagaimana para ilmuwan ini menemukan air di permukaan Bulan?

Berdasarkan pengamatan teleskop infra merah yang dikenal sebagai Sofia, penemuan pertama air di Bulan terungkap. Selain itu, observatorium, yang berada di Boeing 747 yang dimodifikasi, terbang di atas sebagian besar atmosfer Bumi, memberikan pemandangan Tata Surya yang sebagian besar tidak terhalang.

Para peneliti kemudian mengambil tanda warna kunci dari molekul air, yang ditangkap oleh teleskop inframerah Sofia. Berdasarkan analisis penemuan air di Bulan, para peneliti memperkirakan bahwa molekul air di Bulan tersimpan di dalam gelembung kaca atau di antara butiran di permukaan bulan yang melindunginya dari lingkungan yang keras.

Sementara itu, dalam penelitian lain, para ilmuwan mencari area yang berada dalam bayangan matahari secara permanen, di mana air dapat ditangkap dan disimpan secara permanen.

Area yang dikenal sebagai perangkap dingin ditemukan di kedua kutub dan mereka menyimpulkan bahwa sekitar 40.000 km2 permukaan bulan memiliki kemampuan untuk menjebak air.

Dengan ditemukannya molekul air di permukaan bulan, Dr Sargeant mengatakan temuan tersebut dapat memperluas daftar lokasi di mana pangkalan bulan dapat dibangun. Nanti akan ada beberapa misi ke wilayah kutub Bulan dalam beberapa tahun ke depan. togel online

Namun, dalam jangka panjang, ada rencana untuk membangun tempat tinggal permanen di permukaan bulan. “Ini bisa berpengaruh. Ini memberi kami waktu untuk menyelidiki,” jelas Dr Sargeant.

Para ahli di NASA mengatakan bahwa setelah mempelajari cara mengekstrak air di Bulan dalam bentuk es di bulan, molekul ini dapat menjadi dasar ekonomi bulan di masa depan. Jika Anda bisa membuat bahan bakar di Bulan, itu akan lebih murah daripada mengirimkannya dari Bumi. Ini karena pengisian bahan bakar di Bulan dapat menurunkan biaya perjalanan luar angkasa, dan keberadaan pangkalan Bulan akan membuatnya lebih terjangkau.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *